" />

"Selamat Datang di situs MAN 1 Medan"

Walikota Medan Buka Konferensi Pendidikan Asia-Eropa

MEDAN - Dalam abad millenium saat ini, pendidikan kita rasakan telah dimaknai semakin luas dari sebelumnya. Bila dahulu pendidikan selalu dikonotasikan sebagai aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi, maka pada saat ini pendidikan sudah lebih dimaknai sebagai proses-proses dan interaksi yang dapat berlangsung dimanapun, kapanpun serta oleh siapapun yang dapat menghasilkan transper ilmu pengetahuan, serta pembentukan karakter individu, masyarakat dan bangsa.
“Saat ini proses pendidikan telah terintegrasi secara global tanpa batas, bahkan proses pendidikan akan mengenali atau mendapatkan dunia emperiknya di semua belahan dunia,“ ujar Rahudman.
Hal ini dikatakan Walikota Medan Rahudman Harahap, saat membuka acara konferensi Asia-Eropa yang kedua  tahun 2013,  diikuti 100 orang pelajar dan guru dari 6 negara ditambah perwakilan siswa dan guru dari sekolah yang ada di Kota Medan, di Hotel Santika Dyandra Medan, hari ini.(26/02/2013)
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Medan T Dzulmi Eldin, Sekda Syaiful Bahri, Kakanwil Kementerian Agama Sumut, Abdul Rahim, Direktur Khatulistiwa Pendidikan Indonesia (KPI) Nina Feyruzi, unsur forum koordinasi pimpinan daerah Kota Medan, Kepala kantor Kementerian Agama Kota Medan Iwan Zulhami, para kepala sekolah SLTA se kota Medan dan pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Dikatakan, proses belajar mengajar juga tidak lagi harus selalu didominasi dan bersifat tatap muka, saat ini begitu banyak media yang bisa memfasilitasi setiap individu dan kelompok untuk meraih ilmu penetahuan dan tehnologi secara cepat, mudah dan sederhana bahkan dapat dilakukan secara mandiri, semua itu tentunya karena saat ini kita telah berada dalam era teknologi informasi yang semakin digital.

Menurutnya, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, sudah saatnya semua institusi pendidikan dapat memodernisasi proses belajar mengajar yang diselenggarakan, hal ini bahkan dapat mendorong peserta didik untuk lebih kreatif dan inovatif, sekaligus memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menyerap ilmu pengetahuan dan tehnologi.       

Ditambahkan, pendidikan merupakan bagian dari hak-hak pokok setiap individu yang harus difasilitasi oleh negara, pendidikan juga merupakan faktor utama pembentukan karakter individu masyarakat, dan bangsa, pendidikan membangun kemampuan kompetitif, menciptakan efesiensi, efektifitas dan produktifitas yang lebih baik dan menciptakan bangsa yang unggul, namun perlu diperhatikan ilmu pengetahuan dapat menimbulkan hawa nafsu menggiring manusia pada eksplorasi sumberdaya alam secara berlebihan, bahkan hal ini disinyalir telah berlangsung berabad-abad , yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar.

“Melalui kesadaran global saat ini kita semua sedang mengkampanyekan global warming, untuk memberhasilkannya, kita tidak boleh terjebak pada pola fikir pransangka dan saling menyalahkan, kita harus melakukan langkah-langkah strategis bersama untuk menyelamatkan bumi dengan melakukan hal-hal dimulai dari yang paling kecil dan sederhana, “ pungkasnya.

Lebih lanjut Rahudman mengatakan, kita harus bangga mengapresiasi bahwa pertemuan untuk masalah budaya bidang pendidikan bisa dilakukan di Kota Medan, dimana pesertanya dari berbagai negara Asia dan Eropa ikut ambil bagian, dan ikut memberikan kontribusi, dan ini didukung oleh berbagai lembaga pendidikan, dan kegiatan ini dilakukan yang pertama sekali di Singapore dan selanjutnya yang kedua di Kota Medan, diharapkan dengan pertemuan ini dapat terbangunnya hubungan antara kota dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan, kemungkinan terbukanya pertukaran pelajar antar negara dan peserta saling mengenal budya, karena budaya erat kaitannya dengan pembangunan karakter.

Sebelumnya Kepala MAN-I Medan Burhanuddin Harahap melaporkan, konferensi Asia-Eropa ini merupakan salah satu kegiatan berbasis pendidikan  yang diselenggarakan melalui salah satu program pendidikan Asia-Europe Foundation (ASEF) yaitu melalui Asia-Erurope Classroom (AEC),  mengangkat tema  “ Membawa Tehnologi, Budaya dan Lingkungan Kedalam Kelas “, peserta konperensi sebanyak 100 orang terdiri dari siswa dan guru dari enam negara yakni Italia, Yunani, Filifina, Malaysia, Singpura dan Indonesia, ditambah siswa dan guru perwakilan dari sekolah di Kota Medan.

Menurutnya, dengan konferensi  Asia-Eropa  tentang pendidikan lingkungan dan budaya diharapkan kiranya seluruh peserta konferensi dan siswa-siswa kita dan guru-guru dapat mengambil kesimpulan seperti apa sebenarnya kepentingan dari pada pendidikan dan budaya serta lingkungan, karena ini merupakan problem besar didunia maka kita berharap supaya mereka betul-betul memahami makna pendidikan,lingkungan dan dudaya di dunia.
(sumber :waspada online)